Kamis, 11 Oktober 2012

Percakapan Dengan Tuhan

Aku bertanya padaNya. Siapa aku? Siapa aku di mata orang lain? Kemana hidupku? Mengapa tak pernah tetap? Apakah masalah itu KEWAJIBAN? Lalu apa HAKku? Kapan kematianku? Bisakah dibicarakan?

Tuhan diam, bukan diam, tapi menjawab lewat hatiku.

"Aku adalah salah seorang diantara milyaran orang yang sedang bertanya tentang detik ini. Aku adalah apa yang mereka lihat dan mereka kenal. Tergantung seberapa lama mereka mengenalku, seberapa banyak mereka tahu tentang aku, itu yang mereka lihat.
Hidupku adalah sekarang dan kemarin, tapi dipersiapkan untuk hari esok. Ketetapan itu berirama, sementara hidupku tak pernah sama setiap harinya. Ketidaktetapan itu yang akan membangunku, menjatuhkanku, menguatkanku, melemahkanku, dan menjadi hidupku. Masalah yang datang adalah setiap pertanyaan (KEWAJIBAN) yang harus aku pecahkan, agar aku mendapatkan jawaban (HAK) yang sesuai.
Jika bertanya kematian, kematian itu ada disekitarku dengan tanda-tanda yang mereka bawa, yang baru akan disadari saat kematian itu datang. Yang pasti, dia akan datang tanpa dijadwalkan oleh diriku sendiri. Kecuali kalau aku memang tidak sabar bertemu Tuhan, mungkin bisa sekarang aku menemuiNya. Tuhan tidak bisa membicarakan kematian padaku, karna kematian itu menakutkan, dan Tuhan ingin agar aku tetap hidup tanpa ketakutan, penuh senyuman, dan berjalah seperti irama yang tetap dan berprinsip tegak."

Singkat saja semua pertanyaan itu dijawab, bahkan aku bisa menjawabnya sendiri. Tuhan yang membuatku bertanya dan menjawab, DIA itu MAHA ADIL. Subhanallah.

0 komentar:

Posting Komentar