
Melihat ke depan tanpa cahaya....Ada pilu meraung di jiwa....Aku terdiam melihat raga....Menulis sajak untuk kamu,,,untuk dirinya....
Bersedih tanpa air mata....
Berduka tiada tawa....
Dalam bibir masih tersenyum....
Tetapi hati tak pernah tahu....
Bahwa hati tak bicara....
Bahwa mimpi tak lagi nyata....
Bahwa hidup tak ada warna....
Semua gelap karna terangku....
Karna kamu yang tak mau tahu....
Karna aku tak akan mampu....
Menulis sajak tanpa dirimu....
Bahwa ini adalah pilihan hidup....
Bahwa ini sajak terakhir atas perginya kamu....
Mengerti akan gelap kan datang....
Pahami hati yang tak lagi bersuara....
Hanya hampa ada di jiwa....
Karna kau tinggalkan luka seumur hidup....
Aku harus tahu bahwa kau tak ingin....
Tetapi Tuhan tlah bicara....
Kau pergi....
Kau tinggalkanku....
Menjauhi hidupku....
Dan melupakan dunia....
Seandainya aku dapat....
Seandainya aku mengerti....
Bahwa rasa itu tak ada arti....
Aku ingin menulisnya lagi....
Sajak-sajak yang terungkap untuk dirimu....
Bagaimana ku bisa penuhi pintamu....
Untuk tetap bersajak untukmu....
Tanpa hadirnya dirimu....
Sajak ini adalah sajak terakhir....
Untuk perasaan tiada akhir....
0 komentar:
Posting Komentar